Memuat Tanggal...
Memuat...

Tak Kunjung Ditindak Polres Belawan, Warga Desak Kodam I/BB Sikat Arena Sabung Ayam Wandy dan Entong Mabar Hilir

  


MEDAN —
Kekecewaan masyarakat terhadap stagnasi penegakan hukum di wilayah Polres Pelabuhan Belawan tampaknya telah mencapai titik nadir. Menghadapi tiga lokalisasi judi sabung ayam raksasa yang terkesan 'kebal hukum', warga kini mengalihkan harapan dan memohon turun tangannya Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa.

Langkah ini diambil sebagai bentuk keputusasaan publik atas kinerja aparat kepolisian setempat. Pasalnya, meski telah disorot tajam oleh ratusan pemberitaan media massa, tiga arena perjudian—yakni milik sindikat 'W' alias Wandy di Marelan Pasar 4, 'E' alias Entong di Mabar Hilir, hingga arena raksasa di Canang yang disebut buka setiap hari—tetap melenggang bebas tanpa pernah tersentuh penyergapan berarti.

Kebungkaman para petinggi Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan saat dikonfirmasi wartawan justru mempertebal asumsi negatif di ruang publik. Masyarakat mulai menduga kuat bahwa aparat kepolisian di wilayah tersebut terkesan 'tak berani' atau kehilangan taji saat berhadapan dengan sindikat pengelola sabung ayam yang mengepung Medan Utara.

"Karena pihak kepolisian dinilai sudah tidak mampu dan terkesan tutup mata, kami selaku masyarakat memohon dengan sangat kepada Bapak Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa, untuk turun tangan membantu warga menyelamatkan lingkungan kami dari penyakit masyarakat ini," ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat yang menyuarakan aspirasi warga.

Permohonan kepada jenderal bintang dua tersebut bukanlah tanpa alasan. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap supremasi hukum di tingkat resor kepolisian, wibawa dan ketegasan institusi TNI dianggap sebagai benteng terakhir rakyat. Warga meyakini, komando dari Mayjen TNI Hendy Antariksa mampu memberikan shock therapy (terapi kejut) yang selama ini gagal dihadirkan oleh Polres Pelabuhan Belawan.

Selain kepada Pangdam I/BB, asa masyarakat juga sangat digantungkan kepada Komandan Detasemen Intelijen Kodam I/Bukit Barisan (Dandeninteldam I/BB), Letkol Arm Eddy Saputra Ginting, S.E., M.S.M., M.Tr.Mil. Jajaran intelijen militer ini sangat diharapkan dapat segera melakukan deteksi dini, penyelidikan mendalam, serta mengambil langkah penindakan tegas guna menyapu bersih titik-titik lokasi sabung ayam tersebut dari lingkungan warga.

Kehadiran jajaran Kodam I/BB, baik di tingkat komando maupun intelijen, diharapkan mampu mendorong sinergitas lintas instansi untuk menghentikan mafia perjudian. Pembiaran yang berlarut-larut dinilai sama saja dengan membiarkan wibawa negara diinjak-injak oleh sekelompok pengelola judi.

Sementara itu, guna memenuhi asas keberimbangan informasi (cover both sides), redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Pangdam I/BB, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, jenderal bintang dua tersebut belum memberikan balasan maupun tanggapan resmi.

Meski demikian, masyarakat tetap menaruh harapan besar agar permohonan ini segera ditindaklanjuti. Ketegasan institusi TNI sangat dinantikan untuk menggulung lokasi-lokasi sabung ayam tersebut, mengingat Polres Pelabuhan Belawan dinilai sudah tak berdaya menghadapinya.

Kini, publik Medan Utara menanti langkah nyata di lapangan. Apakah jeritan dan permohonan warga kepada unsur pimpinan dan intelijen Kodam I/BB akan segera dijawab dengan tindakan taktis untuk menyapu bersih tiga 'kerajaan' sabung ayam tersebut? Ataukah sindikat ini memang benar-benar memiliki kekuatan luar biasa yang mampu membungkam seluruh instrumen penegak hukum di Sumatera Utara? (Tim)

Memuat konten berita...